Masjid Hadir untuk Membangun Peradaban dan Memberdayakan Umat.

perjalanan masjid

Jejak Langkah dan Perjalanan Masjid Baitul Karim

Masjid Baitul Karim merupakan wakaf dari keluarga besar H. Abdul Karim, awalnya berdiri sebagai sebuah mushola kecil yang didirikan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga. Mushola ini dibangun dengan gotong royong oleh warga setempat yang merasa perlu memiliki tempat ibadah yang lebih representatif dan nyaman untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Seiring dengan berkembangnya jumlah jamaah dan kebutuhan ruang ibadah yang lebih besar, mushola ini kemudian dipugar dan direnovasi menjadi masjid yang lebih luas dan nyaman.

Pada tahun tertentu, setelah renovasi, masjid ini resmi menjadi Masjid Baitul Karim. Dengan dukungan dari masyarakat dan donatur, masjid ini berkembang pesat, menjadi pusat kegiatan ibadah, sosial, dan pendidikan bagi umat Islam di wilayah Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Masjid Baitul Karim memiliki komitmen untuk terus menjadi masjid yang ramah, inklusif, dan selalu berfokus pada pemberdayaan umat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama. Selama perjalanan waktu, masjid ini terus berinovasi dengan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Visi

Menjadi masjid yang ramah, inklusif, dan memberdayakan umat

melalui berbagai program sosial dan keagamaan, yang tidak membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan agama, serta menciptakan lingkungan yang damai dan penuh berkah bagi masyarakat.

Misi

01. Menyediakan fasilitas ibadah yang nyaman dan ramah bagi semua lapisan masyarakat, termasuk lansia dan disabilitas.

02. Meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program sosial yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

03. Menjadi pusat pembelajaran agama yang mendalam dan menyeluruh, serta pusat pemberdayaan masyarakat.

04. Mengedepankan semangat rahmatan lil alamin, dengan memberikan bantuan kepada semua kalangan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.

05. Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai central ekonomi umat.

06. Masjid sebagai magnet bagi para jamaahnya.

Legalitas Yayasan

Yayasan Insan Baitul Karim Madani, yang menaungi masjid Baitul Karim secara resmi berdiri pada 7 Juni 2023 dengan nomor AHU-0009512.AH.01.04. TAHUN 2023. 

Yayasan memiliki NIB 1707230194946, terdaftar dengan alamat di Jl. Banyumas  RT 02 RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

struktur yayasan baitul karim
masjid-baitul-karim-logo

Masjid yang ramah dan inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat termasuk lansia dan penyandang disabilitas dapat beribadah dengan nyaman dan merasa diterima tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi.


© 2026 · Yayasan Insan Baitul Karim Madani

This is a staging environment